Showing posts with label rugi. Show all posts
Showing posts with label rugi. Show all posts

Monday

Pelajaran dari Fotografi

Saya gemar fotografi landscape, sangking seringnya memfoto saya diberi rezeki berupa kesempatan untuk berjumpa dengan tornado yang cukup besar dan berhasil memfotonya dengan baik (walaupun takut dan tegang ndak karuan).

Dengan bangga saya pamerkan foto tornado saya tersebut ke teman2, ada beberapa yang dengan spontan menjawab "kau beruntung sekali", dalam hati saya 100% setuju dengan pernyataan tersebut, saya benar-benar beruntung, tapi karena melihat situasi saat itu juga hadir teman2 yang 'rada pemalas' maka saya menjawabnya dengan sedikit menyindir, saya jawab "ya saya benar-benar beruntung karena saya rajin kepantai untuk mengambil foto, seandainya saya rajin berpangku tangan dirumah mana mungkin saya bisa beruntung memfoto tornado tsb dengan hasil yang baik"

Maksud pernyataan saya tersebut adalah mungkin saja Anda punya alat fotografi canggih, namun karena jarangnya Anda keluar mengambil foto maka :
  • Kesempatan Anda untuk menemukan momen2 istimewa menjadi lebih kecil daripada jika Anda sering keluar mengambil foto.
  • Karena jarangnya praktek, maka saat ada kejadian istimewa tsb mungkin Anda begitu tegang sehingga tidak ada satupun foto yang bagus baik dari sisi teknis dan kualitas gambar.
  • Karena kurangnya motivasi dan ambisi maka bisa jadi Anda lari saat kejadian tersebut berlangsung, bukannya mengambil kamera, mengatur setting dengan baik dan mengambil foto dengan tenang.

Nah contoh pengalaman diatas sama dengan yang kita alami sebagai pengusaha, penuh dengan faktor usaha, motivasi dan faktor keberuntungan.

Fadil Basymeleh
PT Zahir Internasional

bersambung ke Usaha yang Bertemu dengan Peluang

Dikutip dari Milis Pengusaha Muslim.

Fenomena Perbankan Hari Ini

Berikut ini sekilas fenomena perbankan yang ada bahkan bisa bersifat universal. 
Di awal usaha kita tidak dihiraukan, dan ketika sudah berhasil, kita di kejar-kejar. 

Coba renungkan bbrp hal dibawah ini: Kami mengibaratkan hubungan "bank" dengan "nasabah" seperti seorang dokter dengan pasien dan karakter dokter ini sangat unik yaitu : "dokter tidak akan memberi obat buat pasien yang diperkirakan akan mati" tapi dokter hanya akan memberikan "vitamin" buat pasien yang "sehat". 

Atau contoh lain : kalau di luar hujan rintik-rintik dan anda sudah punya payung maka bankir akan menyatakan silahkan pakai payung "kami" payung anda jadikan sbg "cadangan". Tapi begitu hujan badai datang, maka bankir akan menarik payung miliknya dan silahkan anda usaha payung sendiri. Artinya,marilah kita tidak terlalu menggantungkan usaha kita dengan fasiltas perbankan; sudah pasti bank akan mencari keuntungan "sendiri" dan tidak peduli usaha kita untung atau buntung. Apalagi usaha "start up" perbankan pasti tdk berhasrat untuk mendekat. Nasihat kami bagi pengusaha pemula: "MULAILAH dengan apa yang anda BISA dan jangan memulai dengan apa yang anda INGINKAN." Semoga bermanfaat, Wallahu'alam Dari milis Pengusaha Muslim.

Popular Posts